Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Menjadi Cukup.

Gambar
  Salah satu titik terparahku adalah ketika aku berhasil mendapatkan sesuatu yang, menurutku, tidak pantas aku terima. Waktu itu, aku berusaha mati-matian mengubah diri aku untuk menjadi "cukup". Awalnya, aku bisa berdiri tegak di prinsip-prinsipku. Kemudian, pendirian apa pun itu yang tadinya aku pegang kuat-kuat, malah kubuang jauh-jauh. Demi bisa memenuhi ekspektasi orang lain—dan diri sendiri. Seakan belum cukup menderita, aku turut menambah beban untuk diriku sendiri. Selama berbulan-bulan, aku tak berhenti membandingkan diriku dengan orang lain, yang menurutku sangat jauh di atas aku—dan bahkan lebih layak untuk menerima apa yang aku punya. Tak ada satu hari pun di mana aku bisa menerima diriku sendiri. Tak ada hari yang terlewati tanpa memaki-maki diri sendiri karena aku "tidak seperti dia". Tak ada satu hari pun di mana aku bisa masuk kamar, melihat pantulan diriku di   cermin, dan tersenyum. Seiring berjalannya waktu, aku akhirnya merasa bahwa aku sudah...

Ayah.

Gambar
cr: Adam Riches Hasil ujian keluar hari ini. Aku melirik rapor milik adik. Sedih. Tinta-tinta merah di atas kertas putih. Gagal lagi. Kami berdua terdiam di bangku belakang mobil. Ayah fokus menyetir. Ibu berbicara untuk menemani. Diam-diam melirik. Ujung mata adik menampung air. Siap membasahi pipi dalam hitungan detik. Tubuhnya bergetar tipis, dari ujung kepala sampai kaki. Murni karena takut dimarahi. Ayah selalu tegas untuk hal akademik. Terlalu tegas, kalau aku boleh beropini. Aku pernah jadi korbannya waktu kecil. Hanya jeweran di kuping selama lima detik. Tak sebanding dengan apa yang adik alami. Soal nilai, aku memang cukup mumpuni. Oleh karena itu, ketika adik mulai sekolah, ayah mulai berekspektasi. Sayang, adik mewarisi jiwa seni musik ibu kami. Berbagai benda melukai kulit adik. Sapu lidi. Sabuk kulit. Tangan mencubit. Jari menyentil. Jangan lupakan caci dan maki. Tak pernah ia berhenti dibanding-bandingi. Beberapa bulan lalu, ayah berobat ke klinik. Bukan menyembuhka...